Tumpuan Tanah Abang Ditata, Anies: Dulu Kumuh Enggak Sedap Buat Selfie

–>

Pandangan. com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pertama saja meresmikan penataan stasiun Desa Abang, Jakarta Pusat, menjadi stasiun terpadu. Sebelum ditata, Anies memandang lokasi ini kumuh.

Bahkan, Anies memandang kawasan stasiun Tanah Abang tersebut tidak aman dan tidak molek untuk menjadi tempat swafoto atau selfie. Kekinian setelah penataan, wadah itu disebutnya menjadi lebih tertib karena berbagai lokasi yang kumuh tadi dirapikan.

“Tiga atau empat kamar yang lalu tempat kita berkecukupan di sini ini adalah wilayah yang sangat kumuh jauh sebab aman, tidak sehat, dan kurang sedap dipandang apalagi jadi gambar selfie, ” ujar Anies di stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2020).

Penataan ini dilakukan bukan hanya di Stasiun Tanah Abang. Stasiun Juanda, Pasar Senen, dan Sudirman juga ikut diintegrasikan.

Pengerjaannya dilakukan oleh perusahaan gabungan milik Pemprov serta Pemerintah Pusat.

Membaca Juga: Diantar Ojol, Buronan FBI di Jakarta Tiap Hari Ditemani PSK Belia

Menurutnya proyek ini membantu warga Jakarta dan sekitarnya untuk bisa enak dalam menaiki kendaraan umum.

“Pemerintah was-was maupun pemerintah provinsi itu mampu bekerja bersama memfasilitasi seluruh penduduk baik penduduk DKI maupun warga luar DKI karena yang mendarat di Tanah Abang ini, ” kata dia.

Selain itu, ia menyebut tersedia campur tangan dari Presiden Joko Widodo dalam proyek ini. Di tahun 2018, Jokowi meminta buat adanya Integrasi transportasi umum.

Baca Juga: Belum Bebas Murni, Terpidana M Nazaruddin Pelesiran ke Jakarta

“Terima kasih dan apresiasi kepada bapak presiden atas dukungan dan arahannya yang harus digarisbawahi di sini adalah bahwa dalam ratas dengan dipimpin oleh bapak Presiden dalam awal 2018 pada waktu tersebut bapak presiden menggarisbawahi bahwa dalam Jakarta kita harus integrasikan transportasi, ” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat telah meresmikan empat stasiun terpadu di pokok kota. Biaya yang dihabiskan menyentuh Rp 25 miliar.

Penyebutan terpadu itu diberikan karena keempat stasiun tersebut terintegrasi dengan berbagai sarana angkutan umum lainnya yang saling bergandeng. Seperti stasiun Sudirman yang berjajar dengan TransJakarta, MRT, LRT, bus, stasiun bandara, dan pangkalan ojek online.

Masing-masing sarana itu dianggap belum terintegrasi satu sama lain. Sebab itu Pemprov DKI melalui PT MRT Jakarta dan Kementerian BUMN melalui PT KAI membuat perusahaan patungan sendiri bernama PT Moda Integrasi Transportasi Jakarta (MITJ).

Dalam pelaksanaannya, tugas MITJ yang pertama ialah menata empat stasiun, yakni Tumpuan Sudirman, Pasar Senen, Tanah Abang, dan Juanda.

Penataan di Sudirman misalnya, yang dikerjakan MITJ adalah dengan menata jalur pedesterian. Berbagai penunjuk jalan yang disebut berstandar global dibangun di sekitar stasiun.

Melalui penunjuk pekerjaan itu, diberitahukan jarak dan arah menuju sarana angkutan umum dengan lain. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganggap penunjuk jalan ini membuat berbagai fasilitas tadi terintegrasi.

“Anda lihat saksikan lagi signage-nya. Serta juga totem, sebuah dinding dengan di situ menggambarkan apa sekadar kendaraan umum yang mereka bisa gunakan dari tempat stasiun mereka berhenti, ” ujar Anies saat acara peresmian di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2020).