Tersangka Kasus Pemerkosaan Divonis 6 Bulan Percobaan, Orang Tua Korban Protes

–>

Pandangan. com – Ketentuan percobaan yang dijatuhkan oleh mejelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan Kabupaten Belitung, Rino Ardian Wiguna SH terhadap terdakwa IM (17), dalam perkara persetubuhan anak dibawah umur dengan korban sebut selalu Bungga (15), Senin (10/8/2020), berdampak panjang.

Pasalnya, orang tua korban beinisial T (49) dan E (41) tidak menerima dengan putusan majelis hakim Rabu (12/8/2020) dan mengarah kantor PN Tanjungpandan.

Dihadapan Humas PN Tanjungpandan keduanya mengungkapkan jika keputusan indah hakim tidak menunjukan sedikitpun mengecap keadilan terhadap anaknya selaku korban.

“Kami sangat kecewa, amar putusan perhimpunan hakim tidak sedikitpun memenuhi menemui keadilan bagi anak kami sebagai korban. Terdakwa yang hanya divonis hukuman percobaan selama 6 bulan. Padahal tuntutan Jaksa Penuntut Ijmal (JPU) pidana penjara 3 tahun, ” tegas T ayah korban.

Secara nada tinggi, T yang didampingi istrinya E beserta anaknya demi korban akan terus berjuang mencari keadilan meskipun melalui JPU dengan sudah mewakili korban di meja persidangan. Ditambahkan T, pihak kecewa atas putusan majelis hakim, memikirkan putri ketiganya menanggung beban cukup berat akibat peristiwa tersebut.

“Anak aku yang saat itu duduk pada bangku SMA harus keluar sejak sekolah dan menempuh pendidikan bagian demi melanjutkan cita-citanya ketika peristiwa tersebut terungkap pada Maret 2020 lalu, ” ungkap ayah korban.

Tengah ibu korban mengatakan, akibat perilaku terdakwa bukan cuma masa ajaran anaknya saja yang sirna mau tetapi korban juga mengalami trauma dan sempat akan mengakhiri tumbuh dengan menyayat urat nadi.

“Kami sudah berupaya secara kekeluargaan sebelumnya untuk menikahkan mereka tapi pihak terdakwa tak mau. Kami juga sempat mengajukan sidang di pengadilan agama akan tetapi ditolak, ” papar ibu korban.

Ditambahkannya, pristiwa ini terbongkar saat bagian sekolah mengelar razia henphone di sekolah. Saat itulah pihak madrasah melihat ada percakapan antara korban dengan terdakwa membahas tentang test pack dan keluhan sakit perut. Hubungan cinta adik dan akang kelas itu sempat pindah-pindah penginapan untuk melakukan hubungan badan.

“Sebagai karakter tua setelah kita tahu budak kita berbuat dosa rasanya malu dan segala macam. Apalagi pengesahan dia (Bunga) bukan hanya kepala kali tapi delapan kali, ” jelasnya.