Setahun Buron, KPK Yakin Harun Masiku Masih Hidup

Perkataan. com – Keberadaan mantan caleg PDI Perjuangan (PDIP) Harun Masiku yang menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), masih misteri hingga saat ini.

Diketahui, Harun Masiku menjadi buronan kasus uang sogok pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI 2019-2024.

KPK pun meyakini buronan Harun Masiku masih hidup.

“Apakah statusnya MD (meninggal dunia) atau disembunyikan, terkait MD atau tidak selama kami tidak melihat jenazahnya pada mana, makamnya di mana, kuburannya di mana, maka kami memandang yang bersangkutan saat ini statusnya masih hidup, ” kata Plh Deputi Penindakan KPK Setyo Budiyanto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta yang disiarkan melalaikan akun Youtube KPK yang dipantau di Jakarta, Minggu (10/1/2021).

Baca Juga: Harun Masiku Masuk Daftar 7 Buronan KPK

Diketahui, buronan KPK Harun Masiku telah dimasukkan dalam status daftar pencarian orang (DPO) sejak Januari 2020.

Oleh karena tersebut, kata dia, KPK menganggap belum tertangkapnya Harun Masiku sebagai pinjaman yang harus dibayar sesegera barangkali oleh para penyidik KPK.

“Itu adalah upaya yang akan dilakukan sebab para penyidik untuk berusaha membongkar-bongkar, menelusuri keberadaan dari HM tersebut. Merupakan salah satu tanggung tanggungan yang harus kami selesaikan, saya tuntaskan dengan harapan ini ‘utang’ dari para penyidik yang harus bisa dibayar dengan cara menjumpai, penangkapan kepada HM, ” ujar Setyo.

Terkait pencarian Harun Masiku, KPK pula sebelumnya telah mengevaluasi tim dasar tugas (satgas) yang bertanggung jawab mencari Harun tersebut.

Dalam konferensi pers Kinerja KPK 2020, KPK juga mengakui belum tertangkapnya Harun menjadi salah satu utang yang mendapat perhatian publik.

Membaca Juga: Masih Buron, Harun Masiku Dijadikan Meme Penanggalan 2021

“Hingga saat ini telah dilakukan upaya untuk menangkap simpulan HM melalui koordinasi dengan pihak Bareskrim Polri dan melakukan pemantauan/monitoring keberadaan tersangka HM, ” sebutan Wakil Ketua Nawawi Pomolango masa konferensi pers pada 30 Desember 2020. [Antara]