Sediaan Vaksin Covid-19 Tertunda, Italia hendak Tuntut Pfizer dan AstraZeneca

Suara. com – Italia akan menempuh galur hukum terhadap Pfizer Inc serta AstraZeneca terkait penundaan pengiriman vaksin Covid-19, dalam upaya untuk mengamankan jumlah pasokan yang telah disepakati alih-alih mencari ganti rugi, sirih Menteri Luar Negeri Luigi Pada Maio, Minggu (24/1).

“Kami tengah mencari jalan agar rencana program vaksin ana tidak berubah, ” kata Di Maio dalam siaran televisi negeri RAI.

Dalam Sabtu Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan bahwa keterlambatan pasokan vaksin “tidak dapat diterima” serta merupakan pelanggaran serius terhadap kegiatan yang tertera dalam kontrak, dan menambahkan bahwa Italia akan menggunakan semua alat hukum yang ada.

Italia harus kembali memikirkan seluruh program vaksinasi apabila masalah dalam pasokan terus berlanjut, kata seorang pejabat kesehatan senior.

Baca Juga: Pfizer Syarat Distribusikan 40 Juta Vaksin Terjangkau ke Negara Miskin

Ketika ditanya apakah menurutnya perusahaan farmasi tersebut telah dipaksa untuk mengumumkan pengurangan, Di Maio meyakini bahwa mereka telah menyetujui jumlah yang berharta di luar kemampuan.

“Kami mengaktifkan semua saluran sehingga Komisi Uni Eropa melakukan semua yang bisa dilakukan untuk mendorong mereka menghormati persetujuan, ” katanya.

Pekan lalu Pfizer mengucapkan akan memperlambat pasokan untuk tatkala bagi Eropa guna membuat transformasi pada proses manufaktur yang hendak mendorong produksi.

Pada Jumat, seorang pejabat mulia mengatakan pada Reuters bahwa AstraZeneca telah menginformasikan Uni Eropa terkait pemotongan pasokan vaksin COVID-19 mematok 60 persen ke blok tersebut akibat permasalahan produksi.

Pemangkasan suplai yang diumumkan kedua perusahaan akan menimbulkan kemunduran sekitar empat minggu bagi penduduk usia 80 tahun ke atas, dan enam hingga delapan pekan bagi seluruh populasi, cakap Wakil Menteri Kesehatan Pierpaolo Sileri pada Minggu.

Membaca Juga: Belasan Seperseribu Warga Israel Terinfeksi Covid-19 Sesudah Vaksinasi Pfizer

“Keterlambatan ini berdampak pada seluruh Eropa dan beberapa dunia namun saya yakin kebobrokan itu dapat diperbaiki lebih tinggi, ” katanya dalam siaran tata cara televisi Italia. (Sumber: Antara/Reuters)