Samun dan Cium Jenazah Covid-19, Adam Malang Kena Pasal Berlapis

–>

SuaraJatim. id – Polresta Malang menangkap menekan pria yang merampas jenazah serta mencium jenazah COVID-19, AS pada rumahnya di Jalan Mayjend Sungkono, Buring, Kota Malang, Selasa, (18/8/2020). AS terancam dijerat dengan pasal berlapis akibat aksi nekat yang dia lakukan.

AS membuka kantong jenazah di salah satu rumah melempem di Malang. Kemudian mencium jenazah itu.

Videonya kemudian menyebar luas dan viral di media sosial dengan periode 2. 42 menit.

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata mengatakan bahwa AS bukan keluarga ini dia kerabat dari jenazah Covid-19 dengan merupakan warga Buring, Kota Udi. Jika hasil penyidikan AS terbukti bersalah maka dia akan dijerat dengan pasal berlapis.

“Kami akan kerjakan penegakan karena melanggar hukum urusan 212 dan 214 ayat satu KUHP tentang melawan petugas yang sedang melakukan tugas. Dia juga melanggar pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang karantina. Ini menghalangi petugas. Juga kita kenakan UU nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular, ” papar Leonardus seperti dilansir BeritaJatim. com.

Leonardus mengatakan, dalam kasus ini memang polisi lebih memajukan persuasif dan humanis. Polisi bakal memberikan pemahaman bahwa aksi berani AS tidak seharusnya dilakukan. Tetapi, bila hasil penyidikan berkembang bukan tidak mungkin kasusnya akan dilanjut ke gelar perkara.

“Utamanya adalah menyelamatkan kesehatan dia dulu, penegakan dasar itu ultimum remedium itu akhirnya hal terakhir. Kami ingin memberikan pencerahan dan pemahaman ke klub bahwa hal ini salah jangan diulang lagi. Saya tidak sungguh-sungguh kaku dalam hal ini, ” kata Leonardus.

Leonardus menyebut, usai dijemput menekan AS langsung menjalani rapid test dan swab test. Menurutnya, gerak-gerik nekat AS harus ditangani dengan serius.

Sebab, bila aksi serupa dibiarkan bukan tidak mungkin masyarakat hendak meniru aksi nekat AS.

“Kami mau memberi pesan pada masyarakat supaya tidak melakukan perbuatan melanggar hukum, percaya kepada medis dan panti sakit yang menyatakan jenazah positif. Dan bila harus dilakukan pemulasaraan jenazah, saya minta masyarakat tak melakukan perebutan jenazah, ” tandasnya.