Putra Kecil Ikut Kampanye Hingga Pelanggaran Protokol Kesehatan di Depok

Ilustrasi tangan anak kecil. (Shutterstock)

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Depok, Jawa Barat, menemukan 15 pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 selama vulgo kampanye.

SuaraJabar. id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Depok, Jawa Barat, menemukan 15 pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 selama zaman kampanye 10 hari kedua phase 6 Oktober hingga 15 Oktober 2020.

Koordinator Divisi Hukum, Data Kejelasan, dan Humas Bawaslu Depok, Andriansyah mengatakan, pelanggaran itu berupa peserta lebih dari 50 orang, peserta tidak menjaga jarak, dan hobi pada malam hari.

“Dalam salah satu kegiatan yang melanggar protokol kesehatan didapati pula anak kecil yg disertakan dalam kegiatan kampanye, type kata Andriansyah, Sabtu (17/10/2020).

Berdasarkan pemetaan tren peningkatan pasien positif Covid-19 di Depok, terdapat penambahan banyaknya pasien positif sebanyak 306 masyarakat pada periode 6 Oktober hingga 15 Oktober 2020.

Dari hasil records pengawasan terhadap jumlah pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 tersebut, gugus tugas penanganan Covid-19 di Depok sampai kini belum memberikan rilis precise records terkait hasil tracking terhadap asal-muasal penambahan kasus pasien positif ini.

“Apakah yang terpapar merupakan mereka dimana ikut serta dalam kegiatan tatap muka atau dialog pada tahapan gerakan, ” ucapnya.

Ia bilang, atas asumsi pelanggaran prokes Covid-19 periode 9 Oktober hingga 15 Oktober 2020 itu, enam kasus diberi surat peringatan tertulis.

Terhadap daerah di kecamatan-kecamatan yang masih terdapat dugaan pelanggaran, meskipun Bawaslu Depok telah menyediakan pencegahan berupa himbauan, tetap muncul pelanggaran yang ditindaklanjuti dengan metode penanganan pelanggaran.

Bawaslu Depok menindaklanjuti 9 laporan hasil pengawasan yang memerankan temuan dugaan pelanggaran, di antaranya satu berupa dugaan pelanggaran netralitas ASN, tiga berkaitan dengan admin pemilihan, satu pelanggaran kode etik penyelenggara.

Bawaslu Depok telah mengeluarkan surat peringatan tertulis kepada penyelenggara kesibukan yang melanggar protokol kesehatan, menjalankan tindakan pencegahan terhadap kegiatan dalam melibatkan anak-anak sebelum dimulainya acara.

Bawaslu Depok akan melakukan himbuan lagi melalui para penghubung pasangan calon agar mematuhi prosedur pelaksanaan pekerjaan kampanye termasuk mematuhi protokol kesehatan, dan memaksimalkan kampanye metode pertemuan dalam jaringan guna meminimalisir kerumunan massa melebihi 50 orang. (Antara)