Oknum Anggota DPRD Bojonegoro Diperiksa Petugas Atas Dugaan Aniaya Istri

Sang pedusi melapor telah dianiaya suaminya dengan seorang anggota DPRD Bojonegoro, ia bahkan sampai patah tangan kiri

SuaraJatim. id – Pemeriksa Unit Perlindungan Perempuan dan Bani (UPPA) Polres Bojonegoro, Jawa Timur memeriksa oknum anggota DPRD Bojonegoro, berinisial MR (41) warga Timah Lisman, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (29/9/2020).

Metode pemeriksaan dilakukan dari siang maka Selasa petang. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dilaporkan istrinya sendiri atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Korban, inisial AS mengaku mengalami luka lebam setelah mendapat perlakuan terlapor.

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Iwan Keadaan Poerwanto membenarkan pihaknya telah melaksanakan pemeriksaan terlapor dugaan KDRT.

Selain meninjau terlapor, sebelumnya dia juga sudah memeriksa sejumlah saksi, baik daripada pelapor, anak korban maupun dibanding anggota partai politik.

“Hari ini diperiksa sebagai saksi, sementara diduga menyelenggarakan KDRT, ” ujar AKP Iwan seperti dilansir Beritajatim. com.

Akibat kegiatan terlapor, pelapor mengaku mengalami kandas tangan sebelah kiri akibat didorong hingga jatuh.

Kasus tersebut diduga berasal saat keduanya yang berstatus suami istri sedang cekcok. Hingga lalu terlapor mendorong pelapor hingga menetes.

“Sesuai laporan pelapor mengalami patah tangan sebelah kiri, Karen didorong mematok jatuh. Intinya sudah tidak ada keharmonisan rumah tangga, ” jelasnya.

Tengah, terlapor inisial MR usai diperiksa mengatakan bahwa laporan yang menghunjam menyangkut dirinya tersebut dinilai tak benar. Termasuk, dalam keterangan dengan diberikan pelapor hingga mengalami terhenti tulang.

Bahkan, dia menyebut hal itu bisa menjadi bumerang bagi terlapor sendiri atas pencemaran nama elok dan laporan palsu.

“Saya menghargai proses hukum yang berjalan. Hari itu mendatangi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi, ” kata MR.

Dia berharap, dalam laporan ini mampu berakhir tidak terlalu jauh mengarah pada tindak pidana.

“Harapannya jangan datang terlalu jauh, artinya bisa tenang, karena pelapor juga merupakan ibu dari anak kandung saya sendiri. Aib dia juga menjadi aib saya, ” katanya.