Ojol di Bogor Masih Banyak dengan Abaikan Protokol Kesehatan

–>

Suara. com awut-awutan Ojek online (ojol) di Kota Bogor yang diizinkan kembali membawa penumpang pada keadaan kedua, Selasa (7/7/2020) kemarin, masih banyak yang beroperasi tanpa memenuhi persyaratan protokol kesehatan yang ditetapkan yakni menyediakan pembatas antara driver dan penumpang.

Ojol di sejumlah ruas jalan di Kota Bogor, jarang lain, Jalan Juanda, Jalan Paledang, dan Jalan Kapten Muslihat, tampak masih cukup banyak yang belum menerapkan persyaratan protokol kesehatan dengan ditetapkan oleh Pemerintah Kota Enau, yakni memasang pembatas antara pengendara atau driver dengan penumpang.

Pemerintah Praja Bogor mengizinkan ojol boleh hidup lagi membawa penumpang mulai Senin (6/7) dengan persyaratan, driver memakai masker, sarung tangan, plastik pemisah antara driver dan penumpang, mengikuti rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

Pembatas plastik dengan disyaratkan dari Pemerintah Kota Enau adalah berbentuk plastik meyerupai 4 persegi panjang dan ada hubungan yang mengikat seperti driver mematuhi ransel.

Seorang driver ojol yang sedang menunggu penumpang di Halte Lapas Paledang, Bambang, mengatakan, dirinya belum tahu kalau driver harus merancang pembatas plastik dan menggunakannya ketika membawa penumpang.

Driver tersebut juga menyatakan belum tahu bahwa driver merancang penutup kepala atau hernet bila penumpang menggunakan helm dari driver.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya, di Balai Kota Bogor, Jumat (3/7), mengatakan, Pemerintah Kota Enau mengizinkan ojek online atau ojol beroperasi membawa penumpang di wilayah Kota Bogor, mulai Senin, enam Juli 2020, dengan persyaratan pengemudi harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Ojek online diizinkan beroperasi membawa penumpang di Kota Bogor, merupakan bagian dari pelonggaran sektor ekonomi sesudah Kota Bogor memasuki fase pra adaptasi kebiasaan baru (Pra-AKB) akan tetapi masih dalam kerangka pembatasan sosial berskala besar atau PSBB, ” katanya.

Bima Arya menjelaskan, protokol kesehatan yang diberlakukan kepada driver ojek online adalah, memakai masker, memakai sarung tangan, rajin mencuci lengah menggunakan sabun, serta menyediakan pemisah antara driver dan penumpang.

“Pembatas itu terbuat dari bahan plastik. Sebab kondisi jok sepeda motor yang tidak terlalu panjang, sehingga pembatas itu ditempelkan dipunggung driver bagaikan membawa ransel, ” katanya.

Menurut Bima, pembatas antara driver dan pengikut ojek itu adalah bagian dibanding persyaratan protokol kesehatan, untuk menghindari kontak fisik di antara keduanya. Operasional ojek online juga dibatasi, mulai pukul 04. 00 WIB hingga pukul 24. 00 WIB. (Antara)