Lari Dari Panggilan KPK, Pemilik Bank Yudha Diultimatum

–>

Suara. com – Pemilik Bank Yudha Bakti, Mindharta Ghozali tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung (MA).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut Ghozali tak memberikan bukti atas ketidakhadirannya dalam pemeriksaan buat tersangka bekas Sekretaris MA Nurhadi.

“Yang bersangkutan (Mindharta Ghozali) tidak siap tanpa adanya keterangan, ” kata pendahuluan Ali dikonfirmasi, Jumat (26/6/2020).

Ali membicarakan penyidik antirasuah telah menyiapkan seruan berikutnya kepada Ghozali dengan menjadwalkan ulang pemanggilan berikutnya pada Selasa (30/6/2020) mendatang.

Ali berharap saksi Ghozali dapat menghadiri panggilan berikutnya. Tercatat saksi-saksi lainnya yang dipanggil KPK agar kooperatif untuk hadir pada pemeriksaan.

Baca Serupa: KPK Kembangkan Kasus Bekas Pejabat MA Nurhadi ke TPPU

“KPK mengingatkan agar yang bersangkutan (Ghozali) dan pihak-pihak lain untuk hadir memenuhi panggilan pemeriksa karena ada konsekuensi hukum seandainya tidak hadir tanpa keterangan, ” katanya.

Seperti diketahui, KPK kini pusat menelisik kasus yang menjerat Nurhadi. Dari aset-aset yang dimiliki Nurhadi maupun adanya dugaan hubungan kedekatan Istri Nurhadi, Tin Zuraida secara Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kardi.

Alasan berpengaruh KPK, adanya kedekatan hubungan Tin dan Kardi. Dari sejumlah penelitian saksi termasuk Kardi. Kardi mengecap adanya sejumlah aset milik Tin berada di tangannya.

Baca Juga: Kasus Eks Pimpinan MA Nurhadi, PNS hingga Nelayan Diperiksa KPK

Untuk diketahui, Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono sempat menjadi buronan KPK dalam kasus suap dan gratifikasi perkara di MA sejak tarikh 2011-2016 hingga total mencapai Rp 46 miliar.

Sementara, salah satu tersangka pemberi suap Direktur PT. Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto tenggat kini masih dinyatakan buron.

Pelarian Rezky dan Nurhadi akhirnya terhenti setelah tertangkap penyidik antirasuah di sendi bilangan Simprug, Jakarta Selatan, di dalam Senin (1/6/2020) malam.

Dalam penangkapan Nurhadi dan Rezky. Turut pula dibawa istri Nurhadi, Tin Zuraida buat dimintai keterangan oleh penyidik KPK.

KPK juga telah menyita sejumlah aktiva milik Nurhadi. Diduga aset itu terkait kasus yang kini menjerat Nurhadi. Seperti Mobil, tas kaya, dokumen dan juga uang.