Keroyok Kades, 7 Warga Karangtengah Maka Tersangka, Tapi Tak Ditahan

–>

SuaraJawaTengah. id – Polres Wonogiri, Jawa Tengah menetapkan tujuh warga Dusun Manggis, Desa Temboro, Kecamatan Karangtengah jadi tersangka dugaan pengeroyokan terhadap Lurah (Kades) Karangtengah Bambang Daryono.

Dilansir daripada Solopos —jaringan Suara. com—Kamis (21/5/2020), meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, ketujuh warga itu tak ditahan. Hal tersebut karena alasan tertentu.

Kasatreskrim Polisi Wonogiri Iptu Ghala Rimba Doa Sirrang pada, Kamis (21/5/2020), menyatakan kalau penyidik memiliki alat bukti dengan cukup untuk menetapkan ketujuh warga sebagai tersangka.

Bukti-bukti itu meliputi fakta saksi, hasil visum atas luka-luka yang dialami Bambang, dan sejumlah barang bukti yang digunakan era pengeroyokan terjadi.

Polisi juga memiliki masukan pendukung, seperti foto dan gambar yang merekam terjadinya peristiwa.

Selain itu para tersangka pun mengakui memermak Bambang secara bersama-sama.

Setelah ditanya bertambah lanjut, Ghala membeberkan sedikit fakta terkait salah satu tersangka pengeroyokan Kades Karangtengah Wonogiri tersebut.

Salah satu tersangka berinisial SW, adalah pelapor kasus dugaan perzinaan antara istrinya, Anisa, Kades Karangtengah Bambang Daryono.

Bambang serta Anisa telah ditetapkan sebagai simpulan. Namun mereka tak ditahan.

“Berkas perkara tak lama lagi kami limpahkan ke kejaksaan (pelimpahan tahap satu), ” kata Ghala mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing.

Kejadian Perzinaan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain SW enam tersangka yang lain adalah TM, AP, SN, SLO, TN dan YN.

Ketujuh tersangka diduga mengeroyok Kades Karangtengah Bambang Daryono setelah mendapati korban berada pada rumah Anisa, pada 26 Maret tengah malam lalu.

Awalnya, SW memergoki Bambang berada di rumah istrinya. Atas hal itu, SW mengetengahkan sang Kades ke polisi atas dugaan kasus perzinaan.

Kemudian Bambang pun mengetengahkan ke polisi atas dugaan peristiwa pengeroyokan. Dia mengalami luka lebam di wajah, kepala, dan memar di sebagian besar tubuhnya.

Sementara itu, Bupati Wonogiri telah memberhentikan tengah Bambang Daryono sebagai kades. Bambang dinilai melanggar aturan dan tak bisa menjalankan kewajiban dengan bagus.