Gubernur Sulsel Kumpul 23 Rektor, Sumbang Masukan ke Presiden Jokowi

23 rektor perguruan tinggi kampung dan swasta di Sulawesi Daksina beri masukan dan saran terpaut Omnibus Law UU Cipta Kegiatan, Sabtu (17/10/2020). Semua masukan mau disampaikan ke Presiden Jokowi sebab Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Nurdin Abdullah menerima masukan dan petunjuk dari 23 rektor PTN serta PTS. Dihimpun untuk disampaikan ke Presiden Jokowi.

SuaraSulsel. id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah, kembali membuka bagian dialog dan meminta masukan dibanding berbagai pihak terkait Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja, yang telah disahkan dan menimbulkan penolakan pada berbagai tempat.

Nurdin Abdullah menerima bukti dan saran dari 23 rektor PTN dan PTS. Dihimpun buat disampaikan ke Presiden.

Gubernur memandu & memimpin langsung jalannya diskusi dengan dihadiri Ketua DPRD Sulsl, Kapolda Sulsel dan Forkopimda lainnya.

“Kami menyelenggarakan koordinasi, komunikasi kepada semua pihak. Kita tahu persis elemen mahasiswa juga ikut memprotes Undang-Undang Membentuk Kerja. Makanya, seluruh rektor kita kumpulkan hari ini untuk menyamakan visi kita tentang Undang-Undang Membikin Kerja, ” kata Nurdin Abdullah usai dialog di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (17/10/2020).

Komunikasi juga dilakukan dengan elemen mahasiswa & serikat pekerja. Bagi Nurdin Abdullah, berdialog adalah hal yang betul penting.

“Kalau kita bisa berdialog, kenapa kita turun ke jalan, makin merusak fasilitas negara yang notabenenya adalah uang rakyat yang dipakai membangun. Sehingga, kita di Sulsel ini lebih pada menyelesaikan masalah melalui dialog, ” ujarnya.

Dialog serta diskusi dengan rektor ini membuat harapan untuk menjaga ketenangan, ketentraman dan kedamaian Sulsel. Apalagi, dalam tengah pandemi Covid-19 yang selalu masih menjadi fokus persoalan yang harus diselesaikan.

Ia juga menyatakan benar menghargai aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa, sebagai kaum intelektual dan agen perubahan bangsa.

Terkait draft undang-undang ini, Nurdin Abdullah mengaku sudah mendalami isinya, tetapi belum segenap. Ia menilai manfaatnya jauh lebih besar.

Beberapa poin disampaikannya. Misalnya, mahasiswa yang memiliki jiwa wirausaha dengan mudah membentuk UMKM. Demikian selalu untuk membuat Perseroan Terbatas (PT), tidak perlu lagi dengan persyaratan Rp 100 juta sebagai simpanan awal.