Disdik DKI Ternyata Langgar Aturan Permendikbud soal Kuota Jalur Zonasi

–>

Suara. com – Dinas Pendidikan DKI Jakarta menetapkan jalur zonasi untuk Penerimaan Peserta Didik Mutakhir (PPDB) DKI Jakarta sebanyak 40 persen. Padahal dalam aturannya, sedikitnya kuota untuk jalur zonasi tersebut harus 50 persen.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Mendikbud Nomor 44 Tahun 2011. Dalam Pasal 11 dijelaskan bahwa jalur zonasi dengan ketentuan paling sedikit 50 komisi dari daya tampung sekolah.

Terkait itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Nusantara (KPAI) Retno Listyarti menilai kalau Disdik DKI Jakarta telah menyalahi Permendikbud.

“Ya melanggar, lah. Permendikbud ini sifatnya tidak bisa disimpangi, oleh karena itu dia tetap harus menggunakan cocok ketentuan karena yang dicantumkan di dalam Permedikbud adalah minimal, ” kata pendahuluan Retno saat menjelaskan melalui telekonferensi, Senin (29/6/2020).

Retno mengungkapkan pihak Kemendikbud sudah memanggil Disdik DKI Jakarta untuk menanyakan soal kuota rel zonasi yang ditetapkan di kolong ketentuan. Namun ia mengatakan petunjuk yang diterapkan Disdik DKI Jakarta tidak bisa langsung diintervensi sebab butuh proses.

Baca Juga: DKI Bakal Beri Bantuan ke Siswa Invalid Mampu yang Gagal Masuk Kampung

Akan tetapi, baik dari KPAI ataupun Kemdikbud sama-sama meminta pertanggungjawaban kepada Disdik DKI Jakarta kepada calon peserta didik yang tak diterima di sekolah dekat rumahnya hanya karena syarat usia.

Bahkan KPAI pun sudah memberikan rekomendasi pada Disdik DKI Jakarta untuk menambahkan jumlah kursi dua hingga empat buah setiap kelas untuk bisa menampung calon peserta didik yang gagal.

Menurutnya cara itu bisa menjadi solusi agar hak pendidikan terhadap bahan peserta didik tetap terpenuhi.

Baca Juga: Anak 12 Tahun Ditolak 24 Sekolah Dekat Rumahnya karena Usia, Ini Kisahnya

“Anak-anak ini kudu dibukakan pintu lagi. Kalau nambah sekolah butuh waktu untuk bangun, nambah ruang kelas di sekolah lahannya enggak ada, ” ujarnya.

“Kalau nambah 2 kursi tiap posisi kan enggak ribet. Gurunya persis ruangannya enggak perlu nambah, cuma kursi dan meja. ”