Dianggap Gagal Saring Konten Tidak Berakhlak, Pakistan Blokir TikTok

Suara. com – Pakistan memblokir permintaan video pendek TikTok pada hari Jumat setelah dianggap gagal membersihkan konten tidak bermoral dan tak senonoh

Menyadur Asia One, Sabtu (10/10/2020) larangan itu muncul setelah adanya keluhan dari berbagai segmen masyarakat terhadap konten tidak bermoral dan tak senonoh di aplikasi berbagi gambar.

Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA) mengatakan akan meninjau larangannya dengan tunduk pada metode TikTok untuk memoderasi konten yang melanggar hukum.

Pihak TikTok mengatakan jika mereka akan berkomitmen untuk mendaftarkan hukum di pasar tempat permintaan ditawarkan.

Baca Juga: Gegara Menikah dengan Kekasih, Bibi Didor Bocah 9 Tahun!

“Kami telah berkomunikasi dengan rutin dengan PTA dan tetap bekerja dengan mereka. Kami berharap dapat mencapai kesimpulan yang positif kami terus melayani komunitas online yang dinamis dan kreatif dalam negara ini, ” jelas bagian TikTok.

Mantan bintang kriket, Imran Khan menjadi Perdana Menteri Pakistan. (Shutterstock)

Menurut juru bicara PTA, TikTok melaporkan 20 juta pengguna aktif setiap bulan di Pakistan serta menjadi aplikasi ketiga yang memutar banyak diunduh setelah WhatsApp dan Facebook selama 12 bulan terakhir, menurut perusahaan analitik Sensor Tower.

Tiga pejabat Pakistan mengatakan kepada Reuters sebelumnya bahwa pelarangan aplikasi telah dekat. TikTok diberi peringatan terakhir pada bulan Juli.

“Kami telah meminta mereka berulang kali untuk menerapkan mekanisme yang efektif untuk memblokir konten tidak bermoral dan tidak sesuai, ” kata salah satu pejabat yang terlibat langsung dalam keputusan tersebut kepada Reuters.

Keputusan untuk memblokir TikTok diambil setelah Perdana Menteri Imran Khan menaruh perhatian mulia pada masalah tersebut, kata seorang pejabat.

Baca Juga: Serang Pos Kebahagiaan, Taliban Bunuh 28 Polisi Afghanistan

Pejabat tersebut menambahkan bahwa Khan telah mengarahkan otoritas telekomunikasi buat melakukan semua upaya untuk memblokir konten vulgar.