Berkilah Anies Ingkar Janji Reklamasi Ancol, Haikal Hassan: Itu Ulah Buzzer

–>

Perkataan. com – Ketua II PA 212 Haikal Hassan menegaskan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswdan tidak melakukan ingkar janji dengan mengizinkan reklamasi Semenanjung. Ia justru menuding para buzzer yang menjadi dalang di pulih polemik reklamasi Ancol.

Saat menjadi pensyarah dalam acara Indonesian Lawyers Club bertajuk #ILCReklamasiAncol di TVOne pada Selasa (14/7/2020) malam, Haikal Hassan menegaskan Anies tidak pernah mengingkari janji kampanyenya dalam menolak reklamasi.

Pada masa gerakan memperebutkan kursi DKI 1, Anies dan Sandiaga Uno berjanji buat menolak reklamasi di pantai utara Jakarta. Menurut Haikal, janji tersebut telah ditunaikan oleh Anies secara menghentikan izin 13 pulau reklamasi di Teluk Jakarta pada simpulan 2018.

“Perlu kita luruskan, Anies berbalik janji yang mana? Dengan prnyataan pencabutan 13 izin pulau (reklamasi) sebenarnya usdah selesai beliau, tak ingkar janji, ” kata Haikal dikutip dari kanal YouTube TVOne, Rabu (15/7/2020).

Menurut Haikal, proyek reklamasi Ancol kekinian justru menjadi polemik karena ulah buzzer. Mereka terus memprovokasi publik menuding Anies ingkar syarat hingga menyebut Anies ‘Gubernur Kadrun’.

“Sekarang yang kita perlu hadapi ialah buzzer berkeliaran di media baik yang terus mengatakan ingkar keinginan lalu merembet ke ‘Gubernur Kadrun'” ungkap Haikal.

Proses pengurukan tanah reklamasi Ancol dikatakan oleh Haikal telah berlangsung sejak lama, yakni 2009 lalu. Selama itu tidak pernah muncul polemik hingga Anies mengutarakan surat izin reklamasi.

” Ketika diuruk nggak ada yang repot, ditimbun nggak ada yang repot, dikeluarkan surat baru repot semua, ” ungkap Haikal.

Anies Baswedan sebelumnya memberikan permisi melakukan reklamasi di kawasan Rajin Impian Jaya Ancol lewat Kesimpulan Gubernur DKI Jakarta Nomor 237 Tahun 2020 yang diteken Anies pada 24 Februari lalu. Luas pulau yang akan dibuat diperkirakan mencapai 120 hektare.

Rinciannya, Anies meluluskan perluasan kawasan rekreasi seluas 35 hektare untuk rekreasi Dunia Asosiasi (Dufan) dan 120 hektare buat perluasan lahan yang tersebar dalam kawasan Ancol.

Reklamasi tersebut dilakukan dengan dalih ada tanah dan lendut buangan hasil program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) atau proyek darurat penanggulangan banjir Jakarta. 13 sungai dan 5 waduk dikeruk dalam program itu.

Hasil kerukan itu lantas dibuang ke kawasan Tanjung Timur. Lalu sejak 2009 rencana ini berjalan, disebut sudah ada 20 hektare lahan yang terbentuk karena lumpur dan tanah itu.

Anies lantas berdalih ingin menggunakan lahan yang sudah terbentuk itu menetapkan kepentingan rakyat. Karena itu dia menerbitkan Keputusan Gubernur untuk mengakui reklamasi kawasan Ancol.