Artikel Kenaikan Parliamentary Threshold, PPP: Pekerjaan Luar Biasa Beratnya

Suara. com – Wacana kenaikan parliamentary threshold (PT) alias ambang batas parlemen ditanggapi serius oleh Partai Persatuan Pendirian (PPP).

Ketua Umum Partai Persatuan Pendirian, Suharso Monoarfa mengatakan ada order besar yang harus dilakukan pengelola maupun kader partai dalam menentang pemilihan umum 2024.

Perolehan suara di akan PT itu dibutuhkan demi mendatangkan PPP kembali ke parlemen.

“Yang penting sekarang adalah bagaimana kita mampu lolos parliamentary threshold pada tahun 2024. Sebuah pekerjaan raksasa yang luar biasa beratnya, ” kata Suharso dalam kanal YouTube Petiga TV, Selasa (5/1/2021).

Menangkap Juga: Harga Kedelai Melonjak, Kado Pahit Awal Tahun Industri Tahu dan Tempe

Taat Suharso, pekerjaan meloloskan PPP lantaran ambang batas itu jauh lebih berat apabila ke depan ternyata ada peningkatan ambang batas dari sebelumnya 4 persen menjadi 5-7 persen.

“Apalagi kalau parliamentary threshold tersebut tetap dinaikkan menjadi 5 obat jerih atau 7 persen, sungguh mengandung sekali bagi Partai Persatuan Pendirian, ” ujar Suharso.

Dampak Kemajuan PT

Wacana kenaikan PT sudah digaungkan sejak tahun lalu. Meski sejenis, Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII) Arfianto Purbolaksono mengatakan, bakal ada beberapa pengaruh apabila ambang batas parlemen balik dinaikan.

Dampak yang pertama, yakni hendak semakin memberatkan parpol yang hendak masuk ke parlemen. Sementara, konsekuensi kedua dari menaikkan ambang pemisah itu tidak menjamin penyederhanaan partai politik.

Baca Serupa: Gejolak Harga Barang Pangan jadi Peringatan Dini Negeri Tahun 2021

“Hal ini terbukti di beberapa pemilu sebelumnya, masa kenaikan ambang batas tidak otomatis membuat penyederhanaan partai politik dalam parlemen, ” kata pria yang akrab disapa Anto tersebut pada keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (13/11/2020).